Tuesday, 6 April 2010

…..Dan, sebuah kota itu bernama Facebook

Ada sebuah kota
Sebuah kota
Kota maya
Letaknya di dalam kotak kaca
Di depan kita
Ukurannya terserah
Terserah pengguna
Ukuran bukan masalah
Yang penting, bisa jalan-jalan di dalamnya
Melihat-lihat sekitar
Apapun bisa dilakukan
Saling menyapa
Saling bercanda
Saling tertawa
Marah-marah? Bisa..
Mengumpat? Bisa juga
Tapi hati-hati
Sekarang tidak sebebas dahulu
Sekarang bisa di tuntut
Pasalnya berlapis
Pencemaran nama baik
Perbuatan tidak menyenangkan
…………………………………………
Ada sebuah kota
Sebuah kota maya
(Sepertinya) akan menjadi kota masa depan
Lebih indah dari kota nyata
Semuanya tampak seragam di dalamnya
Mau kesana pun mudah
Tinggal “ketik” lalu “klik”
Mudahkan…
Tidak susah asal punya waktu senggang
Tidak senggang pun tak mengapa
Setiap saat pun bisa
………………………………..
Ada sebuah kota
Lagi-lagi kota maya
Apapun jadi mudah….
Ruang dan waktu pun hanyut di dalamnya….
“alamat rumahmu dimana?”
“Lupa….”
“kalo, no telpon rumahmu?”
“Lupa…. Ntar ya,..”
“nama tetangga kanan kirimu?”
“Sapa ya.. Lupa….”
“sudah makan ato belum?”
“…Hmm.. udah belum ya? Belum kayaknya.. Lupa…”
Lalu kembali merunduk menatap layar kotak kaca di depannya
Di tengah keramaian kota nyata, mereka berjalan-jalan di kota maya..
Ya,.… dan, sebuah kota itu bernama facebook.